Nameko si Jamur Aneh. By: Paramita Setianingsih

Apa kalian sudah tau JAMUR NAMEKO (Pholiota nameko) ? 

Kali ini saya mau sharing tentang jamur yang terkenal di negara Jepang nih. Yuk simak lengkapnya...

A.   Pengenalan Jamur Nameko


                                                                 sumber : kingofmushrooms.com


Jamur nameko atau yang memiliki nama latin (Pholiota nameko) merupakan jamur yang populer di negara  Jepang. Jamur nameko sama seperti jamur Shitake yang telah mendunia. Nameko merupakan salah satu jamur edible atau jamur yang bisa dimakan. Biasanya jamur nameko dijadikan dalam hidangan favorit di berbagai restoran. Jika dimasak memiliki rasa pedas dan memiliki lapisan tipis gelatin dibagian atas atau tudungnya, oleh karena itu jamur ini akan lengket jika disentuh. Terkadang, jamur ini juga digunakan dalam pembuatan menu sub miso, nabemono, atau juga campuran dalam osengan sayur. Jamur ini berukuran kecil dan berukuran cokelat amber. Memiliki ukuran tudung yang bervariasi sekitar 2-15 cm, tergantung dari kandungan nutrisi media dan kondisi lingkungan tumbuhnya. Permukaan tudungnya mengkilat dan hakus. Memiliki gills yang berada di bawah tudung yang berwarna putih atau kuning dan menjadi cokelat saat mature. Jamur nameko juga memiliki banyak kandungan vitamin, protein dan mineral sehingga cocok digunakan untuk asupam ketika diet.

B.   Media Tanam

Jamur nameko biasanya secara alami tumbuh pada batang –batang pohon yang telah mati atau batang pohon yang sedang meranggas. Madia tanam yang dapat digunakan yaitu diatas kayu dari pepohonan yang memiliki daun lebar, misalnya pohon jati. Jamur nameko biasanya juga tumbuh dengan sendirinya di hutan. Menurut Yokota (2007) serbuk gergaji juga dapat digunakan sebagai media tanam jamur nameko dengan cara menyesuaikan suhu untuk lingkungan tumbuh jamur nameko. Sedangkan menurut Suzuki and Miyairi (1991) bahan media tanam asterdiri dari 80% serbuk gergaji kayu keras dan 20% ricebran (PN-0).


 sumber : pixabay.com     

               

                                       sumber : pixabay.com 

C.   Lingkungan Tumbuh

Jamur nameko (Pholiota nameko) termasuk kelompok jamur Thermophiles atau kelompok jamur yang dapat hidup pada suhu tinggi. Menurut Hidayat (2016) pertumbuhan miselium jamur nameko terjadi pada saat suhu lingkungan tumbuhnya 20-35˚C. Sedangkan untuk pertumbuhan badan buah, jamur Nameko membutuhkan suhu lingkungan 20-30˚C.

D.    Pembibitan Jamur

 

Sumber  

 : Yamazaki  (2008)


Gambar tersebut merpakan pengaturan eksperimental untuk stimulasi daya berdenyut ke log nameko. Hal tersebut digunakan pada proses inkubasi. Namun, jamur nameko jarang dibudidayakan oleh manusia secara langsung. Biasanya jamur nameko tumbuh secara alami di hutan. Oleh karena itu, tidak ada cara spesifik untuk pembibitan jamur nameko. Namun, pembibitan jamur yang dapat dikonsumsi atau edible mushroom secara umum menurut  Gunawan (2000) melalui langkah-langkah berikut :

1.      Menentukan jamur yang diterima oleh konsumen

2.      Menyiapkan biakan murni sebagai sumber bibit

3.      Menyiapkan biakan bibit jamur

4.      Pembibitan pada kompos/media tanam (budidaya menghasilkan tubuh)

5.      Menyiapkan kompos/media untuk budidaya

 

E.   Teknik Budidaya Jamur

Di Jepang, jamur nameko (Pholiota nameko) dibudidayakan di semua musim di Jepang. Sebagai pengganti kompos, dalam budidaya jamur nameko menggunakan debu kayu basah. Bibit jamur diletakkan di di sebuah bangunan kecil tanpa ada jendela yang didalamnya memiliki suhu ruang yang tinggi dan kelembaban udara berasal dari pendingin ruangan.

 

Jamur nameko tumbuh di permukaan paket yang terdiri dari campuran bibit jamur dan debu kayu. Ketika mereka tumbuh, ruang budidaya akan dipenuhi dengan spora dan oidiospora jamur. Gambar tersebut menunjukkan foto Pholiota nameko yang mulai muncul dua minggu setelah stimulasi. (Nakazawa, 1981) 

F.     Panen Dan Pasca Panen Jamur

Pada umumnya jamur nameko dibudidayakan di atas kayu dari hamper setiap pohon yang berdaun lebar. Jamur pertama dipanen pada tahun kedua penanaman dan dari setahun sekali selama 3-5 tahun, atau bahkan lebih lama tergantung pada waktu kayu itu membusuk. Namun, jika dibudidayakan dalam ruangan jamur nameko akan lebih cepat dipanen karena ada stimulasi yang diberikan (Ohga, 2001). Kemudian untuk penanganan pasca panen nya jamur dilakukan grading dan sortasi pada jamur. Hal itu dilakukan untuk menjaga kualitas dari jamur. Jamur yang memuhi standar akan di impor ke luar negeri dan yang memiliki kualitas kebawah akan dijual didaerah tempat budidaya. Biasanya jamur nameko yang diimpor sudah dalam bentuk kalang dan olahan seperti keripik. Produk-produk tersebut kemudian akan di ekspor ke luar negeri untuk di kirim ke restoran dan supermarket.

 


 

                                                                                                        Sumber: gardenseedsmarket    

                                                                                                                        Sumber : Tokopedia  

Kesimpulan : jamur nameko merupakan jamur yang banyak ditemukan di Negara Jepang dan China. Bentuk tubuhnya yang unik dan memiliki tudung yang lengket menjadi ciri khas jamur ini. Jamur nameko memiliki banyak khasiat untuk berbagai mengatasi penyakit. Jamur nameko biasanya di ekspor di luar negeri untuk dijadikan bahan utama menu di restotan dan dijadikan keripik jamur.

DAFTAR PUSTAKA

Gunawan, Agustin Wydia. 2000. Usaha Pembibitan Jamur. Jakarta: PT Niaga Swadaya

            Hidayat, Nur et al.,  2016. Mikologi Industri. Malang: UB Press

            Nakayama, Kira. (2018). 7 Jenis Jamur Jepang dan Khasiatnya. Diakses pada 13 Mei 2020, dari https://www.artforia.com/7-jenis-jamur-jepang-dan-khasiatnya/

Nakazawa, T. 1981. Mushroom Worker’s Lung due to Schiitake Mushroom spore. Nihon Kyobu Rinsho: 11:934-37

S. Ohga, S. Iida, C.D. Koo, N.S. Cho, J. Japanese Soc. Mushroom Science Biotechnology 9, 7 (2001).

Suzuki, Y. and Miyairi, K., 1991. Decay of substrate during nameko mushroom (Pholiota nameko) cultivation and improvement in its digestibility. Trans. Mycol. Jpn. Sot., 32: 331-339.

Yokota S. et al. 2007. “Enzymatic Saccharification and Ethanol Fermentation with the Cultural Waste from Edible Mushroom Cultivation Using Wood Meals of Unused Tree Species, Alnus japonica and Zelkova serrata” dalam Cellulose Chemistry and Technology, 41: 575—582.


Komentar

  1. Kalau di Indonesia apakah sudah ada budidaya jamur nameko? Jikalau ada berapakah harga jual jamur tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berdasarkan referensi yang saya baca. Di Indonesia belum ada pembudidayaan jamur nameko. Tapi kalau untuk produk olahan nya ada. Kalau di indonesia itu, jamur nameko nya masih impor. Dan untuk harga jual jamur nameko yg ada di Indonesia yang belum diolah jadi produk baru itu sekitar 23.000 per kemasan 150 gram

      Hapus
  2. Jamur Nameko yang dibudidayakan didalam ruangan lebih cepat pertumbuhan tubuh buah dikarenakan adanya stimulus yang diberikan, bisa tolong sebutkan maksud stimulus? saya kurang paham terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksud dari stimulus itu semacam rangsangan. Seperti halnya jika budidaya tanaman di greenhouse, dia bisa lebih teratur. Mulai dari suhu, kelembaban. Jadi diberikan rangsangan agar pertumbuhan spora nya bisa jadi lebih cepat. Kalau di Jepang sendiri ada penelitian tentang budidaya jamur nameko yang diberikan stimulus. Stimulus nya menggunakan sistem degenerator daya berdenyut. Jadi dibantu oleh aliran listrik.

      Hapus
    2. Pertumbuhan spora, misellium maksudnya

      Hapus
    3. baik terima kasih atas penjelasannya mita

      Hapus
  3. Bagi pengusaha penting untuk mempertimbangkan proses budidaya hingga pemasaran, nilai ekonomis seperti apa yg dimiliki oleh jamur nameko ini ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya kalau seorang pengusaha itu bukan fokus ke budidaya, tapi lebih ke pemasarannya saja. Dan dari nilai ekonomis sendiri kan, sesuatu yg awalnya tidak berharga, kemudian dijadikan sesuatu yg berharga.
      Sedangkan, si jamur nameko ini kalau di Indonesia impor dari Jepang. Dan restoran restoran yang di Indonesia maupun swalayan besar pasti membutuhkannya.
      Jadi menurut saya jamur nameko ini tidak bisa kalau dibilang nilai ekonomis apa yg dimiliki. Karena pada dasarnya si jamur ini sudah berharga dan punya nilai jual yg tinggi.

      Mungkin kalau untuk nilai ekonomis itu lebih ke, apa sih istimewanya jamur nameko, sehingga orang mau membelinya.
      Jadi gini, sekarang kita berada di era entah kalangan muda atau dewasa menyukai makanan makanan jepang. Kita juga tau bahwa resto resto jepang di Indonesia tidak sedikit.
      Nah disini, orang orang mulai mengikuti tren yang mana mereka menyukai makanan makanan jepang. Jadi entah dari resto atau swalayan besar pasti mencari nya.
      Dan, berdasarkan penelitian yg dilakukan di Jepang, jamur ini memang sengaja dibudidayakan untuk diambil manfaatnya seperti dapat digunakan sebagai obat sakit paru paru dan tumor.
      Mungkin dapat menjawab pertanyaan saudara. :)

      Hapus
  4. Untuk budidaya jamur nameko apakah bisa dilakukan di Indonesia? seperti yang diketahui Indonesia memiliki iklim yang berbeda dengan Jepang. Selanjutnya apabila bisa bibit jamur apakah harus impor dari Jepang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu saya belum ada penelitian yang mengatakan bahwa jamur nameko bisa di budidayakan di Indonesia. Namun, secara teori jamur nameko bisa di budidayakan di Indonesia. Namun media dan lingkungan tumbuh harus disesuaikan dengan lingkungan asalnya. Dan untuk bibit, iya harus impor

      Hapus
  5. izin bertanya apakah ada keunggulan tertentu pada jamur nameko sendiri, sehingga produknya bisa bersaing dengan produk jamur jenis lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adaa. Penelitian di Jepang mengatakan bahwa jamur nameko mengandung protein, vitamin, dan mineral yang tinggi sehingga cocok untuk orang orang yg sedang diet. Kemudian, jamur nameko juga dapat dijadikan obat penyakit paru paru dan tumor.
      Mungkin itu keistimewaan yg dimiliki jamur nameko sehingga, orang banyak minat. Dan dia bisa bersaing dipemasarannya.
      Karena jamur nameko sendiri adalah tren bahan utama dalam menu menu direstoran jepang. Biasanya dia juga berkolaborasi dengan jamur enoki.
      Serta dari segi rasa pun, jamur nameko memiliki rasa yang enak dan pedas. Yang cocok dengan lidah orang Indonesia yang umumnya menyukai makanan2 yg pedas.
      Mungkin itu jawabannya. Semoga membantu :)

      Hapus
  6. Halo kakak, Kenapa di tudung jamur nameko ini ada lapisan tipis gelatin? Gunanya untuk apa ya? Arigatou

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haii. Saya mau menjawab ya.
      Jadi ditudung jamur nameko memang terdapat lapisan gelatin, dan jika dipegang lapisan tersebut terasa lengket ditangan. Setau saya tidak ada fungsi spesifik dari si gelatin itu sendiri. Karena memang gelatin itu adalah ciri khas dari jamur nameko yang mempunyai struktur tudung dilapisi gelatin.
      Semoga membantu :)

      Hapus
  7. Hi kakak, pada artikel di atas dikatakan bahwa jamur nameko memiliki banyak khasiat dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Jika boleh tau penyakit yang dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi jamur jenis ini apa saja ya? dan bagaimana cara mengkonsumsi jamur nameko dalam mengobati penyakit tersebut? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo ... Saya coba menjawab ya.
      Penelitian di Jepang mengatakan bahwa jamur nameko memiliki khasiat untuk dijadikan obat penyakit paru paru dan tumor. Untuk caranya sendiri adalah dengan merebus jakur tersebut, kemudian air nya diminum. Atau bisa juga mengeringkan jamur kemudian di giling dijadikan serbuk, lalu diseduh
      Semoga membantu :)

      Hapus
  8. Halo kak, ingin bertanya terkait jawaban kakak untuk ivadiany kan indonesia belum ada budidaya jamur nameko, kalau boleh tau kendala dalam melakukan budidaya jamur nameko di Indonesia itu apa ya kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Okay saya akan menjawab. Menurut saya kendalanya Karena jamur nameko berasal dari negara Jepang. Oleh karena itu proses budidaya nya harus disesuaikan dengan iklim yg ada disana. Sedangkan Indonesia berbeda iklim dengan Jepang. Dan jika membudidayakan jamur ini harus ada keterampilan dan telaten. Untuk budidayanjamur nameko di jepang sendiri juga menggunakan suatu sistem, dimana sistem tersebut memang ribet dan mungkin susah.
      Mungkin begitu kendala -kendalanya. Semoga membantu :)

      Hapus
  9. Heloo kakak, mau tanya dong, diatas sudah disebutkan kalau media tanam terdiri dari 80% serbuk gergaji kayu keras dan 20% ricebran (PN-0). Nah apakah bisa media tanam nya itu diganti dengan yang lain? Apakah nanti berpengaruh pada pertumbuhannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haiii. Saya akan menjawab. Belum ada penelitian yg mengatakan bahwa media tanamnya dapat diganti dengan media yg lain. Karena pada dasarnya memang jamur nameko tidak dibudidaykan. Dia dibiarkan hidup secara liar.
      Semoga membantu :)

      Hapus

Posting Komentar